Jogjakarta – Senyuman Jawa Tengah

Keraton Yogyakarta

Nge-trip gue kali ini bertepatan dengan liburan 17Agustusan dan Hari Raya Lebaran. #yakale

Memori Jogja Tempoh Doeloe

Awal pertama kali saja ke Jogjakarta itu waktoe saja masih SD. Dimana pada saat itoe, masjarakat Jogja masih banjak djang menggoenakan sepeda kayuh dibandingkan sepeda motor. Oedara pagi poen masih terasa dingin sampai djam 10 siang. Namoen kini…..

Rute

Berangkat tanggal 18 Agustus 2012, jam 11 siang. Dengan menggunakan mobil pribadi. Dari Bekasi dengan tujuan kota Jogjakarta. Oh iyah, travelmates gue kali ini adalah keluarga gue. Pergi ber-enam menggunakan 1 mobil.

Via toll, mobil gue lajukan dengan kecepatan rata-rata 100km/jam. Sampai tiba untuk melewati toll Cikampek. Ternyata arus lalu lintas dialihkan menuju 3 alternatif pintu toll. Yaitu pintu toll Sadang, Jatiluhur dan Cileunyi. Dikarenakan pintu toll Sadang dan Jatiluhur macet total, maka kami keluar pintu toll Cileunyi.

Berikut rutenya : Cileunyi – Sumedang – Cirebon – Tegal – Magelang – Jogja. Total perjalanan menyetir saya selama 16 jam sudah dihitung dengan kemacetan.

Sampai di Jogjakarta, tepat jam 4 subuh. Langsung check in di hotel yang sudah kami pesan 2 minggu sebelumnya. Kemudian tidur..hoaaam…

Explore Jogja

Jam 9 pagi gue keluar (dari kenangan bersama mantan) hotel dengan keluarga gue, untuk menikmati suasana kota Jogja. Cenderung sepi. Dikarenakan sebagian besar warga Jogja yang merantau di kota ini, kembali ke desa-desanya. Jadi yang tinggal di Jogja saat mudik berlangsung adalah warga aseli Jogjakarta.

Sarapan merupakan sumber energi (yang diperlukan untuk menggerakan turbin) untuk menjelajah Jogjakarta. Gudeg merupakan pilihan gue. Hanya Rp20.000, tepat didepan gue tersaji 1 porsi nasi gudeg komplit. Terdiri dari nasi + tahu + krecek + nangka muda + telur + ayam. Rasanya? Cukup enak. Sedikit manis semanis orang Jogja. #runrunsmallinthesky

Keraton Yogyakarta

Halamannya gede banget!! =)

Selesai sarapan, kami menuju ke Keraton. Ramai dan penuh dengan wisatawan, baik itu wisatawan asing maupun lokal dari berbagai daerah. Ini kali pertama gue ke Keraton. Rasa senang, penasaran dan kagum jadi satu. Wow! Istana ini, cuy! #mulaibrutal

Ketemu dengan 2 backpacker asal Holland. Yang saya lupa siapa namanya. #keplakkepalasendiri. Mereka akan di Jogja selama 1 minggu, kemudian lanjut ke Bali lalu ke Sumatera. Gue dengan kemampuan bahasa Inggris ala kadarnya, mempromosikan wisata Indonesia ke pasangan backpacker asal Holland tersebut.

Borobudur

Perjalanan kemudian berlanjut ke Candi Borobudur. 30 menit ditempuh dari Jogja menuju ke arah Magelang.

Kamu juga akan melewatkan situs Candi Mendut yang berada sebelum menuju ke Candi Borobudur.

Membayar parkir mobil Rp5.000, parkirannya cukup luas. Namun untuk kamu yang gak kuat sama udara panas, ada baiknya menggunakan payung, topi dan tabir surya. Sertakan juga kacamata hitam, dan minyak gosok. #itutukangpijat!

Candi Borobudur

Membayar tiket masuk Rp30.000 untuk dewasa sebagai pembayaran untuk memasuki kawasan Candi Borobudur. Terlebih dahulu, pengunjung harus mengenakan sarung batik yang disediakan secara gratis sebelum melewati pintu Candi Borobudur.

Stupa (1)

Naik ke atas menuju stupa-stupa Candi Borobudur. Disarankan untuk tidak menaiki stupa ataupun menyentuh patung Budha yang ada di dalam stupa.

Buddha’s Head

Menurut info dari petugas keamanan di atas, menginjak stupa dapat merusak lapisan batu-batu stupa. 😦

Buddha…

Menurut mitos yang berkembang mulai dari gue SD (pertama kali kesana – red) sampe sekarang ini (siap nikah, kak – red). Mengatakan kalo kita berhasil memegang tangan Budha yang ada didalam stupa, maka segala wish kita akan terwujud. Tapi itu cuma MITOS! Justru…tangan-tangan kita itulah yang akan merusak lapisan bebatuan di patung Budha tersebut!

Stupa (2)

Malioboro – Kuliner, seni, oleh-oleh

Jl. Malioboro di malam hari

Nongkrong di Jogja? Malioboro tempatnya. Sepanjang jalan Malioboro. Kita akan dimanjakan dengan berbagai makanan khas Jogja. Disajikan secara lesehan, dengan harga yang relatif terjangkau, dan rasa yang wendes!

Ingin mencari oleh-oleh? Di Jl. Malioboro pun juga ada! Lengkap, murah. Intinya adalah tawar menawar sehingga harganya didapatkan bisa sesuai dengan budget kita. #mentalbackpacker

Jangan lupa untuk berfoto di plang nama jalan yang bertuliskan Jl. Malioboro. Gak perlu malu. Karena setiap orang pasti ingin foto disitu, sebagai tanda kalo udah sah mampir di Jl. Malioboro. #pasangmukaantimalu

Belum sah, kalo belum foto di plang Jl. Malioboro

Kuliner Jogja

Lesehan di sepanjang kawasan Malioboro

Ada beraneka macam kuliner khas Jogja. Antara lain yang (berhasil) gue cicipi adalah Gudeg dan Oseng – Oseng Mercon.

Oseng-Oseng Mercon ini bukan petasan yang di oseng-oseng lalu dimakan hidup-hidup dengan birama 4/4. 😐

Oseng-oseng mercon merupakan makanan yang terdiri dari jeroan, lemak, dan daging sapi yang super pedas. Info dari penjualnya bahwa 1 kilogram tetelan/jeroan sapi, dibutuhkan 2 kilogram cabe. *pingsan keringetan* Harganya? 1 porsi oseng-oseng mercon plus nasi hanya Rp12.000 ajah kok. Rasanya? Enak!! Efeknya setelah makan? Pengen ngegamparin orang! 😐

Sedangkan kuliner yang gagal gue cicipi adalah Kopi Joss. Kopi Joss ini terletak di Stasiun Tugu. Kopi Joss ini adalah kopi hitam yang proses akhirnya dicelupkan arang panas. Lalu di minum, sodarah-sodarah. Konon katanya, Kopi Joss ini sebagai obat juga loh untuk beberapa penyakit. πŸ™‚

Transportasi

Naik becak

Di Jogja ini ada 2 moda transportasi yang murah meriah. Ada becak dan delman/ andong. Tinggal pilih. Sesuaikan tujuan yang mau kita tuju dengan harga yang ditawarkan. Jangan kemahalan dan jangan kemurahan. Sensasi menggelilingi kota Jogjakarta dengan becak atau andong, memberikan kesenangan tersendiri. Khususnya buat gue yang gak pernah naik becak atau andong kalo di kota-kota lain.

Itulah sedikit cerita gue tentang nge-trip di Jogja.

Keramahtamahan, keindahan, dan kesantunanan kota Jogja. Ingin kembali lagi… πŸ™‚

Cheers!

– BackpackJoe –

Β 

Categories: BackpackJoe | Tags: , , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “Jogjakarta – Senyuman Jawa Tengah

  1. harry mdj

    Yogya!

  2. Yogyakarta, ada sepenggal cerita yang kutinggal disalah satu sudut kotamu.
    Membuatku selalu ingin kembali dan kembali lagi untuk menengoknya. πŸ™‚

    Ah kangen Yogya nih gegara kak Donal. :”)

  3. ehh kemarin gue ke jogja joe, gue ke jogja pas waktu kecil sekitar umur 4 tahun memang gue tadinya mau ke solo eh tahunya macet total sob.

  4. ah fotonya caem tuh, jadi sakau Yogya nih :’)

  5. Itu yang foto di Jl. Malioboro siapa kak? :”>

  6. Jogja itu the true of java, yang paling suka sih,, kulinernya,, gudegnya tuh *nyam *nyam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: